Lomba Orienteering Brahmahardhika XV tingkat nasional 2009,yang diadakan oleh Brahmahardhika Mapala FKIP UNS tanggal 15-16 Agustus 2009 kemarin saya ikuti bersama Wawan (kingkong) sebagai delegasi dari KSG-SAC, Berangkat dari Semarang sekitar jm 11an,naek motor, setelah sebelumnya sibuk nyari persyaratan yg belum ada, gara2 aku lupa ga mempersiapkan dari awal, mulai dari surat keterangan sehat, foto, akhirnya rencana berangkt pagi jadi tertunda mpe siang.. bahkan uang pun belum dapat...
Ya walaupun banyak hambatan, tapi karena niat yang kuat untuk ikut, jadi juga berangkat...
Sampai di UNS, sekitar jam 2, agak lama krn muter2 ulu, maklum belum tau tempatnya..kemuadian langsung daftar dan ikut TM dan pengundian, tim kami dapat no. urut 35, sama dengan no. penndaftran.. Jam setengah 6 sore peserta di berangkatkan menuju lokasi lomba yaitu di desa sidomukti kec. Jenawi Kab. Karanganyar. Setelah hampir 2 jam perjalanan sampai juga dilokasi, peserta ditempatkan di sebuah SDN.Lumayan dingin tempatnya...
Hari berikutnya , tanggal 16 agts..adalah yang ditunggu2,,karena hari ini adalah hari perlombaan...
Start lomba dimulai pukul 07.00 untuk kloter pertama, kami start jam 07.10, kami cuma dikasih waktu 240 menit dg toleransi 30 menit,artinya telat 1 menit skornya di kurangi 100. dengan titik ada 25.,peta diberikan 1 menit sebelum start,jadi kami harus berpikir cepat untuk bisa menentukan titik yang harus dituju,agar bisa mendapatkan skor sbanyak2nya dan waktu yang cepat..lokasi ditiap titik mempunyai skor yang berbeda-beda tergantung dari sulitnya lokasi itu.. ada yang dijembatan ,yang ni agak mudah, jadi mempunyai skor yang rendah dibandingkan yang di puincak bukit.. sampai-sampai kami harus lari2 agar bisa menndapatkan titik2 tersebut...
Udah hmpir 4 jam kami baru mendapatkan 7 titik., aku sempat frustrasi, namun setelah ada orang bilang kalo finishnya dah deket, kami langsung lari...ya untungnya sampai finish pukul 11.09, satu menit lagi dis.
Ya walaupun cuma dapat urutan 17 dg skor 880 dari 56 tim ,kami tetep bersyukur karena inilah pengalaman pertama kami..,
BRAVO ORIENTEERS INDONESIA !!
Sunday, August 23, 2009
Sunday, June 21, 2009
Pelantikan angkatan VIII KSG SAC
Pelantikan anggota muda KSG SAC yg dilaksanakan di Gunung Sindoro, desa Kledung, kec.Kledung kab. Temanggung ini berjalan lancar, tepatnya hr jumat tgl 12 juni 2009 berangkat dr kampus jam 17.00 dg naek bus utk peserta dn panitianya pada naek motor..Sampai di Kledung sekitar jam 21.00. Nginep dulu, pagi jam 03.00 tanggal 13 juni 09 memulai pendakian sambil menikmati dinginnya udara pagi di Kledung.Jam 10.00 sampailah di pos 3, tempat para pendaki biasa berhenti dan ngecamp sebelum melanjutkan ke puncak..
Dipos 3 ini mendirikan tenda,dan istirahat sebentar sambil makan2,,baru pada sekitar jam 13.00 kami melanjutkan perjalanan ke puncak.Sungguh melelahkan perjalanan ke puncak ini..Sampai2 anggota muda hampir putus asa,tapi karena semangat mereka akhirnya sampai ke puncak jam 17.00..sungguh luar biasa perjuangan mereka.Acara selanjutnya adalah upacara pelantikan...kemudian poto2 sebentar(narsis2,hehe)..
Turun dari puncak hari udah gelap sekitar jam 18.00,,sampai ke Pos 3 lagi jam 9an,,karena lapar dan ngatuk banget waktu dijalan,,ya kami langsung makan terus tidur..Wah,,bgun2 dah jam 7..tapi masih males bangun,,hehe,maklum dingin.
sarapan,setelah itu packing, jam 9.00 turun sampai bascamp kledung jam 11.31,,cepet banget,coz dah pada pengen cepet2 balik...
Selamat ya bagi anggota yang telah dilantik(kingkong,popo,elsu,ceplik,simar,cunong,n mbok lek), kami tunggu kontribusimu di KSG-SAC.
Tetap semangat..!!
Dipos 3 ini mendirikan tenda,dan istirahat sebentar sambil makan2,,baru pada sekitar jam 13.00 kami melanjutkan perjalanan ke puncak.Sungguh melelahkan perjalanan ke puncak ini..Sampai2 anggota muda hampir putus asa,tapi karena semangat mereka akhirnya sampai ke puncak jam 17.00..sungguh luar biasa perjuangan mereka.Acara selanjutnya adalah upacara pelantikan...kemudian poto2 sebentar(narsis2,hehe)..
Turun dari puncak hari udah gelap sekitar jam 18.00,,sampai ke Pos 3 lagi jam 9an,,karena lapar dan ngatuk banget waktu dijalan,,ya kami langsung makan terus tidur..Wah,,bgun2 dah jam 7..tapi masih males bangun,,hehe,maklum dingin.
sarapan,setelah itu packing, jam 9.00 turun sampai bascamp kledung jam 11.31,,cepet banget,coz dah pada pengen cepet2 balik...
Selamat ya bagi anggota yang telah dilantik(kingkong,popo,elsu,ceplik,simar,cunong,n mbok lek), kami tunggu kontribusimu di KSG-SAC.
Tetap semangat..!!
Sunday, May 24, 2009
camping di curugmuncar
Akhirnya..setelah sekian lama ngebet bgt pengen ngecamp di curugmuncar, petungkriyono,,kemarin tgl 22-23 mei 09 terlaksana juga,,hehe..
wah terkhir kesana pas SMA,dah lama banget..Berangkat sore sekitar jam 5an, naek motor berjalan menyusuri hutan yang masih asli pada malam hari.ih medeni...naik turun motor krn jalan yang berbatu dan nanjak, nyampe juga di desa curugmuncar sekitar jam 10 malam...
wah terkhir kesana pas SMA,dah lama banget..Berangkat sore sekitar jam 5an, naek motor berjalan menyusuri hutan yang masih asli pada malam hari.ih medeni...naik turun motor krn jalan yang berbatu dan nanjak, nyampe juga di desa curugmuncar sekitar jam 10 malam...
Thursday, May 14, 2009
KONSERVASI AIR DENGAN MENGGUNAKAN BIOPORI
1. PENDAHULUAN
Kerusakan pada saat ini semakin bertambah parah. Kelalaian dan dominasi manusia terhadap alam dan pengelolaan lingkungan yang tidak beraturan membuat segala unsur harmoni dan sesuatu yang ditumbuh alami berubah menjadi kacau dan sering berakhir menjadi bencana. Tiga dasawarsa terakhir kita menyaksikan Indonesia menggantungkan hidup dan perekonomian pada kesuburan sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Misalnya minyak bumi, batu bara dan lain-lain termasuk air.
Air merupakan kebutuhan makhluk hidup yang sangat penting.Semua makhluk hidup di dunia ini membutuhkan air. Termasuk kita, manusia, hidup kita sangat tergantung pada air.Kita tidak akan bisa hidup tanpa air. Namun ketika penggunaan air dengan tidak memperhatikan keberadaannya, maka yang akan terjadi adalah kelangkaan air, mulai dari kekeringan matinya sumber mata air dan keterbatasan air bersih. Perilaku manusia saat ini yang terlalu mengeksploitasi alam menyebabkan berkurangnya air bersih. Penggundulan hutan, pengalih fungsian lahan resapan menjadi permukiman merupakn factor penyebab berkurangnya sumber daya air. Sedangkan didaerah yang masih tersedia banyak air dicemari oleh limbah industri dan rumah tangga sehingga air tersebut tidak dapat dikonsumsi oleh manusia lagi, bukab hanya oleh manusia tetapi juga makhluk hidup yang lain. Hal ini kalau dibiarkan dapat mengganggu ekosistem.
Untuk mencegah terjadinya kelangkaan sumber air dan bencana yang disebabkan oleh air, diperlukan sebuah upaya untuk mengendalikannya dan mengkonservasinya. Berbagai upaya dapat dilakukan, misalnya dengan menghijaukan hutan, mengatur daerah yang digunakan untuk lahan resapan air, menjaga pola konsumsi air dan lain sebagainya.
2. PENGERTIAN KONSERVASI
Konservasi itu sendiri merupakan berasal dari kata Conservation yang terdiri atas kata con (together) dan servare (keep/save) yang memiliki pengertian mengenai upaya memelihara apa yang kita punya (keep/save what you have), namun secara bijaksana (wise use). Ide ini dikemukakan oleh Theodore Roosevelt (1902) yang merupakan orang Amerika pertama yang mengemukakan tentang konsep konservasi.
Sedangkan menurut Rijksen (1981), konservasi merupakan suatu bentuk evolusi kultural dimana pada saat dulu, upaya konservasi lebih buruk daripada saat sekarang. Konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi dan ekologi dimana konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumberdaya alam untuk sekarang, sedangkan dari segi ekologi, konservasi merupakan alokasi sumberdaya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang.
Apabila merujuk pada pengertiannya, konservasi didefinisikan dalam beberapa batasan, sebagai berikut :
1. Konservasi adalah menggunakan sumberdaya alam untuk memenuhi keperluan manusia dalam jumlah yang besar dalam waktu yang lama (American Dictionary).
2. Konservasi adalah alokasi sumberdaya alam antar waktu (generasi) yang optimal secara sosial (Randall, 1982).
3. Konservasi merupakan manajemen udara, air, tanah, mineral ke organisme hidup termasuk manusia sehingga dapat dicapai kualitas kehidupan manusia yang meningkat termasuk dalam kegiatan manajemen adalah survai, penelitian, administrasi, preservasi, pendidikan, pemanfaatan dan latihan (IUCN, 1968).
4. Konservasi adalah manajemen penggunaan biosfer oleh manusia sehingga dapat memberikan atau memenuhi keuntungan yang besar dan dapat diperbaharui untuk generasi-generasi yang akan datang (WCS, 1980).
Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan.
Sedangkan menurut ilmu lingkungan, Konservasi adalah
• Upaya efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya.
• Upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam
• (fisik) Pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kiamia atau transformasi fisik.
• Upaya suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan
• Suatu keyakinan bahwa habitat alami dari suatu wilayah dapat dikelola, sementara keaneka-ragaman genetik dari spesies dapat berlangsung dengan mempertahankan lingkungan alaminya.
3. KONSERVASI AIR
Penghematan air atau konservasi air adalah perilaku yang disengaja dengan tujuan mengurangi penggunaan air segar, melalui metode teknologi atau perilaku sosial.
Usaha konservasi air bertujuan untuk:
1. Keseimbangan - Untuk menjamin ketersediaan untuk generasi masa depan, pengurangan air segar dari sebuah ekosistem tidak akan melewati nilai penggantian alamiahnya.
2. Penghematan energi - Pemompaan air, pengiriman, dan fasilitas pengolahan air limbah mengkonsumsi energi besar. Di beberapa daerah di dunia (contohnya, California).
3. Konservasi habitat - Penggunaan air oleh manusia yang diminimalisir untuk membantu mengamankan simpanan sumber air bersih untuk habitat liar lokal dan penerimaan migrasi aliran air, termasuk usaha-usaha baru pembangunan waduk dan infrastruktur berbasis air lain (pemeliharaan yang lama).
Konsep pembangunan yang berkelanjutan menjadikan konservasi sumber daya alam sebagai pusat perhatian. Konsep dasar konservasi adalah jangan membuang-buang sumber daya alam sedangkan konsep dasar koservasi air adalah jangan membuang-buang sumber daya air.
Penggunaan air yang terlalu berlebihan harus kita hindari demi kelangsungan hidup kita dan anak cucu kita. Mulai sekarang harus kita biasakan untuk menghemat air. Misalnya tidak membiarkan kran terbuka ketika tidak digunakan.
Konservasi air ini tidak hanya bertujuan untuk mencegah kelangkaan tetapi juga untuk mencegah bencana yag disebabka oleh air. Banjir dan tanah longsor merupakan bencana yang disebabkan oleh air. Banjir terjadi karena tidak adanya daerah yang dapat menyerap air dengan baik,kurangnya lahan resapan serta banyaknya permukiman dan industri merupakan faktor penyebab banjir. Berbagai cara dapat dilakukan untuk memelihara air ini diantaranya yang akan dibahas adalah dengan menggunakan metode biopori.
4. LUBANG RESAPAN BIOPORI
Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas organisma di dalamnya, seperti cacing, , perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah laiinya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara, dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.
Bila lubang-lubang seperti ini dapat dibuat dengan jumlah banyak, maka kemampuan dari sebidang tanah untuk meresapkan air akan diharapkan semakin meningkat. Meningkatnya kemampuan tanah dalam meresapkan air akan memperkecil peluang terjadinya aliran air di permukaan tanah. Atau dengan perkataan lain akan dapat mengurangi bahaya banjir yang mungkin terjadi. Peningkatan jumlah biopori tersebut dapat dilakukan dengan membuat lubang vertikal kedalam tanah. Lubang-lubang tersebut selanjutnya diisi bahan organik, seperti sampah-sampah organik rumah tangga, potongan rumput atau vegetasi lainnya, dan sejenisnya. Bahan organik ini kelak akan dijadikan sumber energi bagi organisme di dalam tanah sehinga aktifitas mereka akan meningkat. Dengan meningkatnya aktifitas mereka maka akan semakin banyak biopori yang terbentuk.
Kesinergisan antara lubang vertikal yang dibuat dengan biopori yang terbentuk akan memungkinkan lubang-lubang ini dimanfaatlkan sebagai lubang peresapan air artifisial yang relatif murah dan ramah lingkungan. Lubang resapan ini selanjutnya di beri julukan LUBANG RESAPAN BIOPORI atau disingkat sebagai LRB
Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Dr. Kamir R Brata, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor.
Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 - 30 cm dan kedalaman sekitar 100 cm, atau dalam kasus tanah dengan permukaan air tanah dangkal, tidak sampai melebihi kedalaman muka air tanah (Gambar 1.) Lubang diisi dengan sampah organik untuk memicu terbentuknya biopori. Biopori adalah pori-pori berbentuk lubang (terowongan kecil) yang dibuat oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman
Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori.
Selain itu kelebihan dari Biopori ini adalah memperkaya kandungan air hujan. Karena setelah diresapkan kedalam tanah lewat Biopori yang mengandung lumpur dan bakteri, air akan melarutkan dan kemudian mengandung mineral-mineral yang diperlukan oleh kehidupan. Adapun tujuan Lubang Resapan Biopori (LRB) ini adalah agar air masuk sebanyak mungkin kedalam tanah.
Teknologinya sederhana, cukup dengan membuat lubang di dalam tanah dengan kedalaman sekitar 1 meter dan diameter kurang lebih 10 cm, kemudian sampah-sampah organik dimasukkan kedalamnya untuk memancing binatang-binatang, semut, cacing atau rayap masuk dan membuat biopori berupa terowongan-terowongan kecil sehingga air cepat meresap. Karenanya walaupun air tekumpul disitu, kondisinya tidak jenuh air yang berarti air cukup, udara cukup, dan makanan tercukupi dari sampah yang juga menyebabkan sampah tidak menyebarkan bau. Untuk mencegah orang terperosok, biopori dapat dilengkapi dengan jaring kawat pengaman.
Biopori membuat keseimbangan alam terjaga, sampah organik yang sering menimbulkan bau tidak sedap dapat tertangani, disamping itu kita dapat menabung air untuk keperluan musim kemarau. Penerapan biopori di rumah tangga sangat mungkin dilakukan karena sampah organik dapat dengan mudah ditemukan di dalam rumah.
Caranya dengan memasukkan sampah rumah tangga organik ke dalam biopori setelah memisahkan sampah anorganik ke dalam wadah lain. Dengan cara itu sampah organik yang sering menimbulkan bau tak sedap akan habis dimakan “penghuni” lubang biopori. Pemisahan sampah bermanfaat untuk mempermudah pemulung sehingga mereka tidak perlu mengais-ngais sampah lagi. Pembuatan biopori juga mengurangi aliran air dari halaman rumah satu ke halaman rumah lainnya, atau ke daerah lain yang lebih bawah, yang bisa menyebabkan banjir. Air hujan yang terserap ke dalam lubang biopori juga menambah jumlah cadangan air tanah di daerah itu.
Kelebihan lain dari biopori adalah memperkaya kandungan air hujan. Bila sumber air hanya berupa air hujan tanpa tambahan apa-apa berarti kandungannya hanya H2O. Namun setelah diresapkan kedalam tanah lewat biopori yang mengandung lumpur dan bakteri, air akan melarutkan dan kemudian mengandung mineral-mineral yang diperlukan oleh kehidupan.
Teknologi ini bisa diaplikasikan di kawasan perumahan yang 100 persen kedap air atau sama sekali tidak ada tanah terbuka maupun di areal persawahan yang berlokasi di kawasan perbukitan. Teknologi ini merupakan salah satu solusi yang ditawarkan untuk mengatasi musibah banjir negeri ini.
Teknologi 'lubang serapan biopori' diawali dengan pembuatan lubang sedalam 80 cm dan diameter 10 cm. Langkah selanjutnya adalah memasukkan sampah lapuk dua hingga tiga kilogram, tergantung jenis sampah, ke dalam lubang tersebut.
Sampah-sampah itu kemudian diurai oleh organisme pengurai sehingga terbentuk pori-pori.Dengan cara ini, air hujan yang turun tidak membentuk aliran permukaan, melainkan meresap ke dalam tanah melalui pori-pori. kedalaman lubang yang dibuat kurang dari satu meter, karena bila lebih dari itu cacing-cacing dan organisme pengurai lainnya kekurangan oksigen sehingga tidak dapat bekerja dengan baik
Lubang Resapan
Prinsip pada teknologi ini adalah menghindari air hujan mengalir ke daerah yang lebih rendah dan membiarkannya terserap ke dalam tanah melalui lubang resapan tersebut.
Selama ini yang menjadi salah satu faktor penyebab banjir adalah air hujan yang mengguyur wilayah hulu tidak bisa diserap dengan baik karena berkurangnya pepohonan dan banyaknya bangunan, sehingga wilayah hilir kebanjiran.
Dinamakan teknologi biopori atau 'mulsa vertikal', karena teknologi ini mengandalkan jasa hewan-hewan tanah seperti cacing dan rayap untuk membentuk pori-pori alami dalam tanah, dengan bantuan sampah organik, sehingga air bisa terserap dan struktur tanah diperbaiki.
Cara ini disamping membantu mengatasi masalah sampah perkotaan, juga diharapkan menjadi solusi atas bencana banjir yang selalu melanda Jakarta.
Gb. Biopori
Di kawasan perumahan yang 100% kedap air, teknologi lubang serapan biopori ini diterapkan dengan membuat lubang di saluran air ataupun di areal yang sudah terlanjur diperkeras dengan semen dengan alat bor. Kemudian ke dalam lubang berdiameter 10 cm dengan kedalaman 80 cm atau maksimal satu meter tersebut, dimasukkan sampah organik yang bisa berupa daun atau ranting kering serta sampah rumahtangga.
Keberadaan sampah organik ini berfungsi untuk membantu menghidupkan cacing tanah dan rayap yang nantinya akan membuat biopori.
Di saluran air, lubang serapan ini bisa dibuat setiap satu meter dan pada ujung saluran dibuat bendungan sehingga air tidak lagi mengalir ke hilir namun diserap sebanyak-banyaknya ke dalam lubang.
Tidak perlu khawatir sampah organik akan meluap karena air akan begitu cepat terserap ke dalam lubang. Begitu pun tidak ada bau yang ditimbulkan dari sampah karena terjadi proses pembusukan secara organik.
Penyerapan air ini juga tidak akan merusak pondasi bangunan karena air meresap secara merata. Teknologi ini juga bisa diterapkan di rumah-rumah yang memiliki lahan terbuka. Sementara itu, untuk kawasan persawahan di lahan miring, sebaiknya ditanami dengan padi gogo yang tidak membutuhkan banyak air.
Air justru diserapkan ke dalam tanah dengan cara diberi serasah di dasar saluran atau dengan membuat cekungan berisi serasah. Prinsip ini sama dengan lubang serapan yang diisi dengan sampah organik., aplikasi teknologi tepat guna ini memerlukan dukungan masyarakat untuk mengubah kebiasaan mencampur sampah organik dan anorganik.
5. KEUNGGULAN DAN MANFAAT
Meningkatkan Daya Resapan Air
Kehadiran lubang resapan biopori secara langsung akan menambah bidang resapan air, setidaknya sebesar luas kolom/dinding lubang.. Sebagai contoh bila lubang dibuat dengan diameter 10 cm dan dalam 100 cm maka luas bidang resapan akan bertambah sebanyak 3140 cm 2 atau hampir 1/3 m 2. Dengan kata lain suatu permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diamater 10 cm, yang semula mempunyai bidang resapan 78.5 cm 2 setelah dibuat lubang resapan biopori dengan kedalaman 100 cm, luas bidang resapannya menjadi 3218 cm 2.
Dengan adanya aktivitas fauna tanah pada lubang resapan maka biopori akan terbentuk dan senantiasa terpelihara keberadaannya. Oleh karena itu bidang resapan ini akan selalu terjaga kemampuannya dalam meresapkan air. Dengan demikian kombinasi antara luas bidang resapan dengan kehadiran biopori secara bersama-sama akan meningkatkan kemampuan dalam meresapkan air.
Mengubah Sampah Organik Menjadi Kompos
Lubang resapan biopori "diaktifkan" dengan memberikan sampah organik kedalamnya. Sampah ini akan dijadikan sebagai sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Sampah yang telah didekompoisi ini dikenal sebagai kompos.. Dengan melalui proses seperti itu maka lubang resapan biopori selain berfungsi sebagai bidang peresap air juga sekaligus berfungsi sebagai "pabrik" pembuat kompos. Kompos dapat dipanen pada setiap periode tertentu dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada berbagai jenis tanaman, seperti tanaman hias, sayuran, dan jenis tanaman lainnya. Bagi mereka yang senang dengan budidaya tanaman/sayuran organik maka kompos dari LRB adalah alternatif yang dapat digunakan sebagai pupuk sayurannya.
Memanfaatkan Fauna Tanah dan atau Akar Tanaman
Seperti disebutkan di atas. Lubang Resapan Biopori diaktikan oleh organisme tanah, khususnya fauna tanah dan perakaran tanaman. Aktivitas merekalah yang selanjutnya akan menciptakan rongga-rongga atau liang-liang di dalam tanah yang akan dijadikan "saluran" air untuk meresap ke dalam tubuh tanah. Dengan memanfaatkan aktivitas mereka maka rongga-rongga atau liang-liang tersebut akan senantiasa terpelihara dan terjaga keberadaannya sehingga kemampuan peresapannya akan tetap terjaga tanpa campur tangan langsung dari manusia untuk pemeliharaannya. Hal ini tentunya akan sangat menghemat tenaga dan biaya. Kewajiban faktor manusia dalam hal ini adalah memberikan pakan kepada mereka berupa sampah organik pada periode tertentu. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan menjadi humus dan tubuh biota dalam tanah, tidak cepat diemisikan ke atmosfir sebagai gas rumah kaca; berarti mengurangi pemanasan global dan memelihara biodiversitas dalam tanah.
Dengan hadirnya lubang-lubang resapan biopori dapat dicegah adanya genangan air, sehingga berbagai masalah yang diakibatkannya seperti mewabahnya penyakit malaria, demam berdarah dan kaki gajah (filariasis) akan dapat dihindari.
6. PENUTUP
Biopori merupakan salah satu cara konservasi air. Cara ini dianggap mudah digunakan karena ia bisa digunakan dimana saja terutama didaerah yang tidak mempunyai ruang hijau yang luas. Metode ini juga mudah dibuat da tidak memerlukan tempat yang luas. Diharapkan dengan adanya metode ini masyarakat dapat menerapkan dengan baik karena selain tidak memerlukan biaya yang banyak metode ini juga dirasa efektif untuk menjaga kelestarian lingkungan, terutama air.
Upaya pelestarian air juga perlu kesadaran dari masyarakat kita sendiri. Kita juga tidak mungkin melakukan upaya ini sendiri, juga perlu kerjasama dari semua pihak.
7. DAFTAR PUSTAKA
Setyowati, Dewi Liesnoor. 2007. Geohidrologi. Buku Ajar. Semarang : FIS UNNES.
Mangunjaya, Fahrudin M. 2005. Konservasi Alam Dalam Islam. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.
http://id.wikipedia.org/wiki/Biopori
http://id.wikipedia.org/wiki/Konservasi_air
http://gang-cemara.blogspot.com/2007/09/konservasi-alam.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Konservasi
Kerusakan pada saat ini semakin bertambah parah. Kelalaian dan dominasi manusia terhadap alam dan pengelolaan lingkungan yang tidak beraturan membuat segala unsur harmoni dan sesuatu yang ditumbuh alami berubah menjadi kacau dan sering berakhir menjadi bencana. Tiga dasawarsa terakhir kita menyaksikan Indonesia menggantungkan hidup dan perekonomian pada kesuburan sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Misalnya minyak bumi, batu bara dan lain-lain termasuk air.
Air merupakan kebutuhan makhluk hidup yang sangat penting.Semua makhluk hidup di dunia ini membutuhkan air. Termasuk kita, manusia, hidup kita sangat tergantung pada air.Kita tidak akan bisa hidup tanpa air. Namun ketika penggunaan air dengan tidak memperhatikan keberadaannya, maka yang akan terjadi adalah kelangkaan air, mulai dari kekeringan matinya sumber mata air dan keterbatasan air bersih. Perilaku manusia saat ini yang terlalu mengeksploitasi alam menyebabkan berkurangnya air bersih. Penggundulan hutan, pengalih fungsian lahan resapan menjadi permukiman merupakn factor penyebab berkurangnya sumber daya air. Sedangkan didaerah yang masih tersedia banyak air dicemari oleh limbah industri dan rumah tangga sehingga air tersebut tidak dapat dikonsumsi oleh manusia lagi, bukab hanya oleh manusia tetapi juga makhluk hidup yang lain. Hal ini kalau dibiarkan dapat mengganggu ekosistem.
Untuk mencegah terjadinya kelangkaan sumber air dan bencana yang disebabkan oleh air, diperlukan sebuah upaya untuk mengendalikannya dan mengkonservasinya. Berbagai upaya dapat dilakukan, misalnya dengan menghijaukan hutan, mengatur daerah yang digunakan untuk lahan resapan air, menjaga pola konsumsi air dan lain sebagainya.
2. PENGERTIAN KONSERVASI
Konservasi itu sendiri merupakan berasal dari kata Conservation yang terdiri atas kata con (together) dan servare (keep/save) yang memiliki pengertian mengenai upaya memelihara apa yang kita punya (keep/save what you have), namun secara bijaksana (wise use). Ide ini dikemukakan oleh Theodore Roosevelt (1902) yang merupakan orang Amerika pertama yang mengemukakan tentang konsep konservasi.
Sedangkan menurut Rijksen (1981), konservasi merupakan suatu bentuk evolusi kultural dimana pada saat dulu, upaya konservasi lebih buruk daripada saat sekarang. Konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi dan ekologi dimana konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumberdaya alam untuk sekarang, sedangkan dari segi ekologi, konservasi merupakan alokasi sumberdaya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang.
Apabila merujuk pada pengertiannya, konservasi didefinisikan dalam beberapa batasan, sebagai berikut :
1. Konservasi adalah menggunakan sumberdaya alam untuk memenuhi keperluan manusia dalam jumlah yang besar dalam waktu yang lama (American Dictionary).
2. Konservasi adalah alokasi sumberdaya alam antar waktu (generasi) yang optimal secara sosial (Randall, 1982).
3. Konservasi merupakan manajemen udara, air, tanah, mineral ke organisme hidup termasuk manusia sehingga dapat dicapai kualitas kehidupan manusia yang meningkat termasuk dalam kegiatan manajemen adalah survai, penelitian, administrasi, preservasi, pendidikan, pemanfaatan dan latihan (IUCN, 1968).
4. Konservasi adalah manajemen penggunaan biosfer oleh manusia sehingga dapat memberikan atau memenuhi keuntungan yang besar dan dapat diperbaharui untuk generasi-generasi yang akan datang (WCS, 1980).
Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan.
Sedangkan menurut ilmu lingkungan, Konservasi adalah
• Upaya efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya.
• Upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam
• (fisik) Pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kiamia atau transformasi fisik.
• Upaya suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan
• Suatu keyakinan bahwa habitat alami dari suatu wilayah dapat dikelola, sementara keaneka-ragaman genetik dari spesies dapat berlangsung dengan mempertahankan lingkungan alaminya.
3. KONSERVASI AIR
Penghematan air atau konservasi air adalah perilaku yang disengaja dengan tujuan mengurangi penggunaan air segar, melalui metode teknologi atau perilaku sosial.
Usaha konservasi air bertujuan untuk:
1. Keseimbangan - Untuk menjamin ketersediaan untuk generasi masa depan, pengurangan air segar dari sebuah ekosistem tidak akan melewati nilai penggantian alamiahnya.
2. Penghematan energi - Pemompaan air, pengiriman, dan fasilitas pengolahan air limbah mengkonsumsi energi besar. Di beberapa daerah di dunia (contohnya, California).
3. Konservasi habitat - Penggunaan air oleh manusia yang diminimalisir untuk membantu mengamankan simpanan sumber air bersih untuk habitat liar lokal dan penerimaan migrasi aliran air, termasuk usaha-usaha baru pembangunan waduk dan infrastruktur berbasis air lain (pemeliharaan yang lama).
Konsep pembangunan yang berkelanjutan menjadikan konservasi sumber daya alam sebagai pusat perhatian. Konsep dasar konservasi adalah jangan membuang-buang sumber daya alam sedangkan konsep dasar koservasi air adalah jangan membuang-buang sumber daya air.
Penggunaan air yang terlalu berlebihan harus kita hindari demi kelangsungan hidup kita dan anak cucu kita. Mulai sekarang harus kita biasakan untuk menghemat air. Misalnya tidak membiarkan kran terbuka ketika tidak digunakan.
Konservasi air ini tidak hanya bertujuan untuk mencegah kelangkaan tetapi juga untuk mencegah bencana yag disebabka oleh air. Banjir dan tanah longsor merupakan bencana yang disebabkan oleh air. Banjir terjadi karena tidak adanya daerah yang dapat menyerap air dengan baik,kurangnya lahan resapan serta banyaknya permukiman dan industri merupakan faktor penyebab banjir. Berbagai cara dapat dilakukan untuk memelihara air ini diantaranya yang akan dibahas adalah dengan menggunakan metode biopori.
4. LUBANG RESAPAN BIOPORI
Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas organisma di dalamnya, seperti cacing, , perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah laiinya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara, dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.
Bila lubang-lubang seperti ini dapat dibuat dengan jumlah banyak, maka kemampuan dari sebidang tanah untuk meresapkan air akan diharapkan semakin meningkat. Meningkatnya kemampuan tanah dalam meresapkan air akan memperkecil peluang terjadinya aliran air di permukaan tanah. Atau dengan perkataan lain akan dapat mengurangi bahaya banjir yang mungkin terjadi. Peningkatan jumlah biopori tersebut dapat dilakukan dengan membuat lubang vertikal kedalam tanah. Lubang-lubang tersebut selanjutnya diisi bahan organik, seperti sampah-sampah organik rumah tangga, potongan rumput atau vegetasi lainnya, dan sejenisnya. Bahan organik ini kelak akan dijadikan sumber energi bagi organisme di dalam tanah sehinga aktifitas mereka akan meningkat. Dengan meningkatnya aktifitas mereka maka akan semakin banyak biopori yang terbentuk.
Kesinergisan antara lubang vertikal yang dibuat dengan biopori yang terbentuk akan memungkinkan lubang-lubang ini dimanfaatlkan sebagai lubang peresapan air artifisial yang relatif murah dan ramah lingkungan. Lubang resapan ini selanjutnya di beri julukan LUBANG RESAPAN BIOPORI atau disingkat sebagai LRB
Lubang resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Dr. Kamir R Brata, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor.
Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 - 30 cm dan kedalaman sekitar 100 cm, atau dalam kasus tanah dengan permukaan air tanah dangkal, tidak sampai melebihi kedalaman muka air tanah (Gambar 1.) Lubang diisi dengan sampah organik untuk memicu terbentuknya biopori. Biopori adalah pori-pori berbentuk lubang (terowongan kecil) yang dibuat oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman
Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori.
Selain itu kelebihan dari Biopori ini adalah memperkaya kandungan air hujan. Karena setelah diresapkan kedalam tanah lewat Biopori yang mengandung lumpur dan bakteri, air akan melarutkan dan kemudian mengandung mineral-mineral yang diperlukan oleh kehidupan. Adapun tujuan Lubang Resapan Biopori (LRB) ini adalah agar air masuk sebanyak mungkin kedalam tanah.
Teknologinya sederhana, cukup dengan membuat lubang di dalam tanah dengan kedalaman sekitar 1 meter dan diameter kurang lebih 10 cm, kemudian sampah-sampah organik dimasukkan kedalamnya untuk memancing binatang-binatang, semut, cacing atau rayap masuk dan membuat biopori berupa terowongan-terowongan kecil sehingga air cepat meresap. Karenanya walaupun air tekumpul disitu, kondisinya tidak jenuh air yang berarti air cukup, udara cukup, dan makanan tercukupi dari sampah yang juga menyebabkan sampah tidak menyebarkan bau. Untuk mencegah orang terperosok, biopori dapat dilengkapi dengan jaring kawat pengaman.
Biopori membuat keseimbangan alam terjaga, sampah organik yang sering menimbulkan bau tidak sedap dapat tertangani, disamping itu kita dapat menabung air untuk keperluan musim kemarau. Penerapan biopori di rumah tangga sangat mungkin dilakukan karena sampah organik dapat dengan mudah ditemukan di dalam rumah.
Caranya dengan memasukkan sampah rumah tangga organik ke dalam biopori setelah memisahkan sampah anorganik ke dalam wadah lain. Dengan cara itu sampah organik yang sering menimbulkan bau tak sedap akan habis dimakan “penghuni” lubang biopori. Pemisahan sampah bermanfaat untuk mempermudah pemulung sehingga mereka tidak perlu mengais-ngais sampah lagi. Pembuatan biopori juga mengurangi aliran air dari halaman rumah satu ke halaman rumah lainnya, atau ke daerah lain yang lebih bawah, yang bisa menyebabkan banjir. Air hujan yang terserap ke dalam lubang biopori juga menambah jumlah cadangan air tanah di daerah itu.
Kelebihan lain dari biopori adalah memperkaya kandungan air hujan. Bila sumber air hanya berupa air hujan tanpa tambahan apa-apa berarti kandungannya hanya H2O. Namun setelah diresapkan kedalam tanah lewat biopori yang mengandung lumpur dan bakteri, air akan melarutkan dan kemudian mengandung mineral-mineral yang diperlukan oleh kehidupan.
Teknologi ini bisa diaplikasikan di kawasan perumahan yang 100 persen kedap air atau sama sekali tidak ada tanah terbuka maupun di areal persawahan yang berlokasi di kawasan perbukitan. Teknologi ini merupakan salah satu solusi yang ditawarkan untuk mengatasi musibah banjir negeri ini.
Teknologi 'lubang serapan biopori' diawali dengan pembuatan lubang sedalam 80 cm dan diameter 10 cm. Langkah selanjutnya adalah memasukkan sampah lapuk dua hingga tiga kilogram, tergantung jenis sampah, ke dalam lubang tersebut.
Sampah-sampah itu kemudian diurai oleh organisme pengurai sehingga terbentuk pori-pori.Dengan cara ini, air hujan yang turun tidak membentuk aliran permukaan, melainkan meresap ke dalam tanah melalui pori-pori. kedalaman lubang yang dibuat kurang dari satu meter, karena bila lebih dari itu cacing-cacing dan organisme pengurai lainnya kekurangan oksigen sehingga tidak dapat bekerja dengan baik
Lubang Resapan
Prinsip pada teknologi ini adalah menghindari air hujan mengalir ke daerah yang lebih rendah dan membiarkannya terserap ke dalam tanah melalui lubang resapan tersebut.
Selama ini yang menjadi salah satu faktor penyebab banjir adalah air hujan yang mengguyur wilayah hulu tidak bisa diserap dengan baik karena berkurangnya pepohonan dan banyaknya bangunan, sehingga wilayah hilir kebanjiran.
Dinamakan teknologi biopori atau 'mulsa vertikal', karena teknologi ini mengandalkan jasa hewan-hewan tanah seperti cacing dan rayap untuk membentuk pori-pori alami dalam tanah, dengan bantuan sampah organik, sehingga air bisa terserap dan struktur tanah diperbaiki.
Cara ini disamping membantu mengatasi masalah sampah perkotaan, juga diharapkan menjadi solusi atas bencana banjir yang selalu melanda Jakarta.
Gb. Biopori
Di kawasan perumahan yang 100% kedap air, teknologi lubang serapan biopori ini diterapkan dengan membuat lubang di saluran air ataupun di areal yang sudah terlanjur diperkeras dengan semen dengan alat bor. Kemudian ke dalam lubang berdiameter 10 cm dengan kedalaman 80 cm atau maksimal satu meter tersebut, dimasukkan sampah organik yang bisa berupa daun atau ranting kering serta sampah rumahtangga.
Keberadaan sampah organik ini berfungsi untuk membantu menghidupkan cacing tanah dan rayap yang nantinya akan membuat biopori.
Di saluran air, lubang serapan ini bisa dibuat setiap satu meter dan pada ujung saluran dibuat bendungan sehingga air tidak lagi mengalir ke hilir namun diserap sebanyak-banyaknya ke dalam lubang.
Tidak perlu khawatir sampah organik akan meluap karena air akan begitu cepat terserap ke dalam lubang. Begitu pun tidak ada bau yang ditimbulkan dari sampah karena terjadi proses pembusukan secara organik.
Penyerapan air ini juga tidak akan merusak pondasi bangunan karena air meresap secara merata. Teknologi ini juga bisa diterapkan di rumah-rumah yang memiliki lahan terbuka. Sementara itu, untuk kawasan persawahan di lahan miring, sebaiknya ditanami dengan padi gogo yang tidak membutuhkan banyak air.
Air justru diserapkan ke dalam tanah dengan cara diberi serasah di dasar saluran atau dengan membuat cekungan berisi serasah. Prinsip ini sama dengan lubang serapan yang diisi dengan sampah organik., aplikasi teknologi tepat guna ini memerlukan dukungan masyarakat untuk mengubah kebiasaan mencampur sampah organik dan anorganik.
5. KEUNGGULAN DAN MANFAAT
Meningkatkan Daya Resapan Air
Kehadiran lubang resapan biopori secara langsung akan menambah bidang resapan air, setidaknya sebesar luas kolom/dinding lubang.. Sebagai contoh bila lubang dibuat dengan diameter 10 cm dan dalam 100 cm maka luas bidang resapan akan bertambah sebanyak 3140 cm 2 atau hampir 1/3 m 2. Dengan kata lain suatu permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diamater 10 cm, yang semula mempunyai bidang resapan 78.5 cm 2 setelah dibuat lubang resapan biopori dengan kedalaman 100 cm, luas bidang resapannya menjadi 3218 cm 2.
Dengan adanya aktivitas fauna tanah pada lubang resapan maka biopori akan terbentuk dan senantiasa terpelihara keberadaannya. Oleh karena itu bidang resapan ini akan selalu terjaga kemampuannya dalam meresapkan air. Dengan demikian kombinasi antara luas bidang resapan dengan kehadiran biopori secara bersama-sama akan meningkatkan kemampuan dalam meresapkan air.
Mengubah Sampah Organik Menjadi Kompos
Lubang resapan biopori "diaktifkan" dengan memberikan sampah organik kedalamnya. Sampah ini akan dijadikan sebagai sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Sampah yang telah didekompoisi ini dikenal sebagai kompos.. Dengan melalui proses seperti itu maka lubang resapan biopori selain berfungsi sebagai bidang peresap air juga sekaligus berfungsi sebagai "pabrik" pembuat kompos. Kompos dapat dipanen pada setiap periode tertentu dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada berbagai jenis tanaman, seperti tanaman hias, sayuran, dan jenis tanaman lainnya. Bagi mereka yang senang dengan budidaya tanaman/sayuran organik maka kompos dari LRB adalah alternatif yang dapat digunakan sebagai pupuk sayurannya.
Memanfaatkan Fauna Tanah dan atau Akar Tanaman
Seperti disebutkan di atas. Lubang Resapan Biopori diaktikan oleh organisme tanah, khususnya fauna tanah dan perakaran tanaman. Aktivitas merekalah yang selanjutnya akan menciptakan rongga-rongga atau liang-liang di dalam tanah yang akan dijadikan "saluran" air untuk meresap ke dalam tubuh tanah. Dengan memanfaatkan aktivitas mereka maka rongga-rongga atau liang-liang tersebut akan senantiasa terpelihara dan terjaga keberadaannya sehingga kemampuan peresapannya akan tetap terjaga tanpa campur tangan langsung dari manusia untuk pemeliharaannya. Hal ini tentunya akan sangat menghemat tenaga dan biaya. Kewajiban faktor manusia dalam hal ini adalah memberikan pakan kepada mereka berupa sampah organik pada periode tertentu. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan menjadi humus dan tubuh biota dalam tanah, tidak cepat diemisikan ke atmosfir sebagai gas rumah kaca; berarti mengurangi pemanasan global dan memelihara biodiversitas dalam tanah.
Dengan hadirnya lubang-lubang resapan biopori dapat dicegah adanya genangan air, sehingga berbagai masalah yang diakibatkannya seperti mewabahnya penyakit malaria, demam berdarah dan kaki gajah (filariasis) akan dapat dihindari.
6. PENUTUP
Biopori merupakan salah satu cara konservasi air. Cara ini dianggap mudah digunakan karena ia bisa digunakan dimana saja terutama didaerah yang tidak mempunyai ruang hijau yang luas. Metode ini juga mudah dibuat da tidak memerlukan tempat yang luas. Diharapkan dengan adanya metode ini masyarakat dapat menerapkan dengan baik karena selain tidak memerlukan biaya yang banyak metode ini juga dirasa efektif untuk menjaga kelestarian lingkungan, terutama air.
Upaya pelestarian air juga perlu kesadaran dari masyarakat kita sendiri. Kita juga tidak mungkin melakukan upaya ini sendiri, juga perlu kerjasama dari semua pihak.
7. DAFTAR PUSTAKA
Setyowati, Dewi Liesnoor. 2007. Geohidrologi. Buku Ajar. Semarang : FIS UNNES.
Mangunjaya, Fahrudin M. 2005. Konservasi Alam Dalam Islam. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.
http://id.wikipedia.org/wiki/Biopori
http://id.wikipedia.org/wiki/Konservasi_air
http://gang-cemara.blogspot.com/2007/09/konservasi-alam.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Konservasi
Tuesday, May 5, 2009
Puncak Ungaran
Untuk melepas penat...
Biar g stresss...
Aku, kang Roni,mas candil, oshin, Popo,Mas ismet, Agung,Ceplik, Jadul,dan Babi..
Naik ke puncak Ungaran kemarin berangkat dari kampus Sabtu sore jam 2 tgl 2 Mei 2009.Sampai Puncak malem jam 8an.
Dipuncak langsung mendirikan tenda,,terus melacur mpe pagi....
kebetulan hari itu ada anak Matrapala Undip lagi bersih Gunung...
ketemu di puncak...
Owhh...
Rasane plong bisa cerita ma temen...
Mereka udah aku anggap sperti keluarga...
Biar g stresss...
Aku, kang Roni,mas candil, oshin, Popo,Mas ismet, Agung,Ceplik, Jadul,dan Babi..
Naik ke puncak Ungaran kemarin berangkat dari kampus Sabtu sore jam 2 tgl 2 Mei 2009.Sampai Puncak malem jam 8an.
Dipuncak langsung mendirikan tenda,,terus melacur mpe pagi....
kebetulan hari itu ada anak Matrapala Undip lagi bersih Gunung...
ketemu di puncak...
Owhh...
Rasane plong bisa cerita ma temen...
Mereka udah aku anggap sperti keluarga...
Monday, April 27, 2009
BERSIH PANTAI DAN PENANAMAN MANGROVE KSG-SAC
Sehubungan adanya peringatan hari bumi,KSG Social Adventure Club FIS Unnes mengadakan acara bersih pantai dan penanaman mangrove di Pantai Tirang,Kel. Tambakharjo Kota Semarang pada hari Sabtu-Minggu 25-26 April 2009.
Acara ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan hari bumi,KSG Social Adventure Club Setelah sebelumnya pada tanggal 22 April mengadakan bersih kampus, aksi damai jalan kaki mengelilingi Kampus Unnes sambil mengambil sampah disekitar jalan. Bersama seluruh Organisasi Pecinta Alam se-Unnes dan HIMA se-FIS.Gabung juga dengan Hima Geografi yang memang mempunyai acara yang sama.
Acara intinya adalah bersih pantai dan penanaman mangrove..Berangkat hari Sabtu jam 14.30, molor dari jadwal awal yaitu jam 13.00 karena hujan deras.
Sampai di pantai langsung diadakan upacara pembukaan, yang juga dihadiri oleh kajur Geografi,Pak Apik.Sebenarnya akan dihadiri oleh Dekan FIS, tetapi karena beliau berhalangan hadir maka diwakilkan.
Selesai Upacara acara dilanjutkan dengan bersih pantai, kemudian mendirikan tenda dan malamnya keakraban.Peserta kegiatan ini adalah Organisasi Pecinta Alam se-Unnes,HIMA se-FIS dan BEM FIS.Bekerja sama dengan Karang Taruna Tambakharjo.
Paginya baru penanaman mangrove sekitar seribu bibit..Rencananya Dekan Fis akan menghadiri penanaman ini tapi lagi-lagi beliau berhalangan hadir.
Alhamdulillah semua kegiatan berjalan lancar, walaupun ada sedikit hambatan yaitu masalah prosedur perizinan tempat..tapi bisa teratasi..
Selamat Buat panitia peringatan hari bumi yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan baik.
Acara ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan hari bumi,KSG Social Adventure Club Setelah sebelumnya pada tanggal 22 April mengadakan bersih kampus, aksi damai jalan kaki mengelilingi Kampus Unnes sambil mengambil sampah disekitar jalan. Bersama seluruh Organisasi Pecinta Alam se-Unnes dan HIMA se-FIS.Gabung juga dengan Hima Geografi yang memang mempunyai acara yang sama.
Acara intinya adalah bersih pantai dan penanaman mangrove..Berangkat hari Sabtu jam 14.30, molor dari jadwal awal yaitu jam 13.00 karena hujan deras.
Sampai di pantai langsung diadakan upacara pembukaan, yang juga dihadiri oleh kajur Geografi,Pak Apik.Sebenarnya akan dihadiri oleh Dekan FIS, tetapi karena beliau berhalangan hadir maka diwakilkan.
Selesai Upacara acara dilanjutkan dengan bersih pantai, kemudian mendirikan tenda dan malamnya keakraban.Peserta kegiatan ini adalah Organisasi Pecinta Alam se-Unnes,HIMA se-FIS dan BEM FIS.Bekerja sama dengan Karang Taruna Tambakharjo.
Paginya baru penanaman mangrove sekitar seribu bibit..Rencananya Dekan Fis akan menghadiri penanaman ini tapi lagi-lagi beliau berhalangan hadir.
Alhamdulillah semua kegiatan berjalan lancar, walaupun ada sedikit hambatan yaitu masalah prosedur perizinan tempat..tapi bisa teratasi..
Selamat Buat panitia peringatan hari bumi yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan baik.
Monday, April 13, 2009
Raker HIMA GEOGRAFI
Pada Hari Sabtu-Minggu tanggal 4-5 April 2009, Seluruh Fungsionaris Hima Geografi Unnes mengadakan Rapar Kerja Hima tahun 2009.tempatnya di Promasan, Lereng Gunung Ungaran.Sabtu berangkat dari kampus naek truk,lalu turun di depan SD Sidomukti.Jalan kaki sampe Promasan sekitar 3 jam-an,dari jam setengah 10 nyampe jam satu siang baru nyampe di promasan..Jam 4 kita raker mpe malem jam 11.Paginya curhat2 sama yang lebih senior..Jam 2an kita pulang,pas di basecamp mawar ada tim SAR,katanya ada anak Unnes ilang..Padahal semalem mereka nginep bareng kita.tapi mereka naik ke puncak..Tapi akhirnya mereka ketemu jga, mlah dianterin tim sar sampe ke kosnya..syukurlah..Makanya laen kali lebih hati2..
Thursday, March 19, 2009
Ketemu Riyani Djangkaru
Pada hari Minggu,15 Maret 2009..aku,lala,badot,ochi,agung dan jadul...Ikut dalam acara seminar dan talk show dengan tema Solusi Kerusakan Lingkungan di POLINES Semarang dengan pembicara dari LIPI, PRO LH Semarang,LSM Bintari dan Kementrian Lingkungan Hidup.Dengan Guest star Riyani Djangkaru, presenter jejak petualang.Acara yang di adakan Wahana Lingkungan Hidup (WAPALHI) Polines ini banyak di hadiri Mapala-Mapala yang tidak hanya berasal dari Semarang, banyak yang dari Solo, Jogja, bahkan Cilacap.
Aku yakin mereka datang dari jauh-jauh untuk ketemu dengan idola mereka yaitu Riyani Djangkaru..
Acara di mulai dari jam 10.00 WIB, diawali dengan acara seminar terlebih dahulu.
Uhhh…acara yang bkin ngantuk,hehe…
Setelah acara ini, yaitu acara yang di tunggu-tunggu Talk Show With Riyani Djangkaru..Tapi sebelumnya kita makan-makan dulu..
Keseluruhan acara baru selesai pada jam 15.30 WIB…
Selanjutnya para peserta berebut minta foto bareng Riyani,,termasuk aku juga, hehe..
Tapi aku ga bawa kamera, yah,,,akhirnya pinjem hp ne jadul…he he he…
Walaupun hasilnya ga bagus-bagus amat tapi lumayan lah
Aku yakin mereka datang dari jauh-jauh untuk ketemu dengan idola mereka yaitu Riyani Djangkaru..
Acara di mulai dari jam 10.00 WIB, diawali dengan acara seminar terlebih dahulu.
Uhhh…acara yang bkin ngantuk,hehe…
Setelah acara ini, yaitu acara yang di tunggu-tunggu Talk Show With Riyani Djangkaru..Tapi sebelumnya kita makan-makan dulu..
Keseluruhan acara baru selesai pada jam 15.30 WIB…
Selanjutnya para peserta berebut minta foto bareng Riyani,,termasuk aku juga, hehe..
Tapi aku ga bawa kamera, yah,,,akhirnya pinjem hp ne jadul…he he he…
Walaupun hasilnya ga bagus-bagus amat tapi lumayan lah
Monday, March 16, 2009
Diksar EGP
Pada hari sabtu-senin tanggal 7-9 Maret 2009,aku dan temen2 KSG-SAC FIS UNNES yang ikut adalah mbk cipluk,oshin,bulus,elsu dan popo. Ikut berpartisipasi dalam kegiatan Pendidikan Dasar Anggota Baru EGP(Evergreen Peace) di Sekitar Gunung Ungaran.
Hari pertama ngecamp di Promasan, paginya kami mengisi materi navigasi serta evaluasinya..
Hari selanjutnya ngecamp di Gentong,sebuah tempat yang cocok untuk terapi pacet..hehe,saking banyaknya pacet..
Paginya langsung siap2,packing untuk perjalanan selanjutnya,yaitu jalan kaki dari Ungaran sampai kampus Unnes Sekaran..hehe..
Perjalanan yang menegangkan,penuh rintangan terutama perjalanan sampai ke curug benowo..jalan setapak,bebatuan curam,sehingga harus pakai tali untuk turun..Tapi alhamdulillah kami semua selamat tanpa masalah yang berarti,,cuma oshin hampir terjatuh ke jurang,untung ada mbk monik (dari EGP)dan mbk cipluk membantu naik keatas,.Pakaiane oshin jadi kotor semua karena kejadian ini,penuh dengan lumpur..lucu..
Ketika ditengah perjalanan setelah berjalan sekitar 10 jam dan hampir nyampai kampus kira2 di Sekar Gading,tiba sala satu dari panitia (EGP)yaitu dek lala(cewekku) mendadak sakit kepalanya kambuh..
waktu itu pada panik semua,lalu aku ambil obat,aku suruh minum.. sementara aku suruhoshin untuk ngubungi temen2 yang ada di basecamp.
Akhirnya ga lama kang roni datang,lala aku bawa ke basecamp..
Di motor dia sempat ga sadarkan diri nyampe di basecamp..
Akhirnya dia sadar dan setelah agak baikan aku antar dia pulang ke kostnya..
Cukup sampe disini ja ya critanya..
capek ngetiknya..
Subscribe to:
Posts (Atom)